Pages

Senin, 16 November 2015

Gerakan Air Laut



Gerakan air laut terdiri atas ombak (gelombang), arus, dan gerakan pasang surut. Gerakan air laut memengaruhi perubahan bentuk permukaan pantai karena gerakan tersebut dapat mengakibatkan pengikisan, pengangkutan, dan pengendapan material. Terjadinya gelombang dan arus disebabkan oleh angin dan pasang surut serta gaya tank bulan dan matahari.
A.    Gelombang
Gelombang ialah gerakan molekul air dan tampak sebagai gerakan naik turun tanpa disertai perpindahan massa air. Gelombang dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1. Gelombang Osilasi
Pada gelombang osilasi, molekul air bergerak melingkar. Gelombang ini terjadi di laut lepas, yaitu bagian laut yang dalam. Ketinggian gelombang ini bervariasi, demikian pula panjang gelombang dan kecepatannya.
Pada umumnya, gelombang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a. kecepatan angin.
b. lama angin bertiup.
c. luas daerah tempat angin bertiup, dan
d. kedalaman laut.
2. Gelombang Translasi
Gelombang translasi adalah gelombang yang massa airnya bergerak searah dengan arah gelombang tanpa diimbangi gerakan mundur. Gelombang ini tidak memiliki puncak dan lembah gelombang. Jika gelombang membentur karang (cliff) maka gelombang akan pecah karena kekuatan tumbukan yang sangat besar sehingga karang (cliff) akan membentuk relung, gua pantai, atau gerbang laut. Gelombang translasi menyebabkan pengikisan pada dasar laut sehingga di depan pantai terbentuk dataran luas.Apabila gelombang translasi sampai di pesisir, air laut akan naik dan dinamakan swash. Setelah berhenti pada ketinggian tertentu, massa air bergerak kembali ke arah laut dan dinamakan backswash. Swash dan backswash berperan dalam proses sedimentasi di pesisir.Di lepas pantai, terkadang terjadi pecahan gelombang yang dinamakan gelora, yaitu gelombang osilasi berubah menjadi gelombang translansi. Gelora terjadi karena gerakan gelombang sampai ke daerah yang lebih dangkal.Perlu diketahui bahwa gerakan backswash itu kadang-kadang cukup deras sehingga dapat mengahanyutkan orang yang sedang main di pantai. Oleh karena itu, berhati-hatilah jika bermain di pantai.Terkadang di laut terjadi gelombang besar yang datang tiba-tiba. Gelombang tersebut terjadi karena peristiwa gempa laut. Gelombang semacam ini dinamakan tsunami. Tsunami dapat menimbulkan kerusakan yang hebat di pantai dan sekitamya lebih-lebih  jika pantai tersebut padat penduduknya.

B.   Arus Laut
Arus laut adalah gerakan molekul air laut secara horizontal dan vertikal yang disertai perpindahan massa air. Di beberapa bagian laut terdapat arus vertikal.
Berdasarkan penyebabnya, arus laut diklasifikasikan menjadi:
1. Arus tetap, yaitu arus laut yang terjadi karena angin tetap dan mempunyai arah yang tetap sepanjang tahun. Penyebab arus tetap ialah angin pasat (timur dan tenggara) dan angin barat.
2. Arus setengah tahunan atau musiman, yaitu arus yang terjadi karena tiupan angin muson dan berubah arah tiap setengah tahun.
3. Arus kompensasi, yaitu arus yang terjadi karena perbedaan tinggi permukaan air laut.
4. Arus vertikal, yaitu arus yang naik atau turun. Di bagian barat samudra, di tempat permukaan air laut yang relatif lebih tinggi, terjadi arus vertikal yang turun.
5. Arus atas dan arus bawah, yaitu dua arus yang bergerak berlawanan dan terjadi karena perbedaan kadar garam.

Berdasarkan suhunya, arus dibedakan menjadi:
1. Arus panas, yaitu arus dengan suhu air lebih panas daripada suhu air laut yang didatangi. Pada umumnya arus yang berada di sekitar khatulistiwa dan arus yang mengalir menjauhi khatulistiwa merupakan arus panas.
2. Arus dingin, yaitu arus yang suhu airnya lebih dingin daripada suhu air laut yang didatangi. Arus dingin pada umumnya menuju ke arah khatulistiwa dan arus vertikal yang naik.
 Faktor-faktor yang menyebabkan arus laut :
a. Adanya angin yang arahnya tetap (misalnya angin pasad) yang mengakibatkan terjadinya arus barat, dan angin muson yang menyebabkan arus muson.
b. Adanya pasang surut air laut, dapat menimbulkan aliran pasang surut terutama di daerah pantai.
c. Adanya perbedaan kadar garan. Semakin besar kadar garan air laut akan semakin besar pula berat jenis (BJ) air tersebut. Air laut yang lebih besar berat jenisnya akanb selalu mengalir ke berat jenis yang lebih rendah.
d. Adanya rintangan yang berupa daratan., apabila arus itu membentur pantai, maka terpaksa akan membelok se arah garis pantau atau membelok menjadi arus belahan.
Karena Indonesia diapit oleh dua benua, maka air laut Indonesia dikuasai oleh angin muson yang berganti arah setiap enam bulan sekali.
 1).  Arus Muson Timur
Terjadi pada bulan April – Oktober pada saat itu matahari berada pada belahan bumi utara sehingga:
  Asia  : panas, suhu tinggi, tekanan udara rendah
  Australia  : tekanan udara tinggi, suhu udara rendah sehingga
  Sehingga angin bertiup dari Australia yang menyebabkan terjadinya arus laut. Mula-mula arah arus ini lari tenggara sampai di laut Jawa menuju ke barat, setelah di utara Khatulistiwa menuju timur laut. Karena di Laut Jawa arahnya dari Timur, maka disebut arus laut musim timur.
 2). Arus Muson Barat
Terjadi pada bulan Oktober – April pada saat itu matahari berada pada belahan bumi selatan sehingga :
Australia : musim panas, tekanan udara rendah
Asia  : suhu rendah, tekanan udara tinggi
Maka angin bergerak dari Asia ke Australia mula-mula arah arus ini dari timur laut, di laut Jawa menuju ke timur, kemudian menuju ke Australia dengan arah tenggara karena di Laut JAwa arahnya dari barat maka disebut arus musim barat.
C.    Pasang Surut
Pasang surut air laut adalah perubahan ketinggian permukaan air laut yang berlangsung secara periodik dalam periode setengah hari bulan. Laut dikatakan sedang pasang naik jika permukaannya paling tinggi dibandingkan dengan tinggi rata-rata air laut dan dikatakan sedang pasang surut jika permukaannya paling rendah dibandingkan dengan tinggi rata-rata air laut. Penyebab peristiwa pasang surut air laut yang utama adalah gayatarik (gravitasi) bulan.


0 komentar:

Posting Komentar

76561198192950357